Solo Tampilkan Potensi Kuliner Lewat Dua Festival Besar
Solo, Jawa Tengah - Kota Solo terus memperkuat reputasinya sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Indonesia. Pada awal Mei 2025, dua festival kuliner berskala besar sukses digelar hampir bersamaan, yakni Solo Indonesia Culinary Festival (SICF) 2024 di Parkir Timur Stadion Manahan (1-4 Mei 2025) dan Festival Jangkrik Kuliner di Gedung Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) (30 April–4 Mei 2025).
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menilai gelaran festival kuliner ini menunjukkan bahwa sektor kuliner telah menjadi pilar utama ekonomi kreatif di Solo Raya.
“Festival kuliner seperti ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, inovasi, serta pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Astrid saat membuka SICF ke-10, Jumat (2/5/2025).
Tercatat, lebih dari 130 tenant dari Solo Raya dan wilayah Jawa Tengah ikut serta, menyajikan beragam hidangan khas dengan kekayaan rasa dan tradisi lokal. Astrid menekankan bahwa wisata kuliner kini menjadi daya tarik utama Kota Bengawan, selain wisata belanja dan budaya.
“Tak heran jika kafe, restoran, dan UMKM kuliner berkembang pesat di Solo,” tambahnya.
Daryono, Ketua SICF, menyoroti peran kuliner dalam diplomasi budaya atau gastronomy diplomacy. Menurutnya, kuliner menjadi salah satu alasan utama wisatawan berkunjung ke suatu kota.
“Solo harus tampil sebagai pusat kuliner, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Daryono juga menekankan bahwa kekayaan kuliner Solo Raya terletak pada keberagamannya. Contohnya, nasi liwet yang identik dengan Solo sebenarnya berasal dari Sukoharjo, menandakan bahwa identitas kuliner kota ini adalah hasil perpaduan budaya antarwilayah.
Sementara itu, Ketua Umum PMS, Sumartono Hadinoto, menyebut Festival Jangkrik Kuliner digelar untuk mendorong ekonomi lokal melalui budaya kuliner.
“Festival ini memberikan dampak nyata. Tenant datang dari luar kota bahkan luar pulau, hotel penuh, dan pasar-pasar ramai karena kebutuhan logistik meningkat. Ini menciptakan efek berganda yang signifikan,” jelasnya.
Sumartono menambahkan, tujuan festival bukan hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga menjadi platform promosi dan motivasi bagi pelaku kuliner agar terus berinovasi. ***





.jpeg)
Bercengkerama Bersama