sumber gambar : Dokumentasi
  • 21 Feb 2026
  • Dibaca 42x

Komekraf Kabupaten Semarang Dorong Kolaborasi Komunitas dan Pemerintah untuk Kembangkan Kreativitas


Kabupaten Semarang, Jawa Tengah - Komite Ekonomi Kreatif (Komekraf) Kabupaten Semarang menegaskan perannya sebagai fasilitator bagi komunitas seni dan budaya dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif lokal. Hal ini tercermin dalam sarasehan Jejaring Kolektif Semarang Serasi yang digelar di Hills Joglo Villa, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/2/2026), dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena.

Forum ini mempertemukan berbagai komunitas lintas bidang, antara lain Ruang Berkembang, Hastha Muda Nyatnyono, Karang Taruna Lerep, Terasara, Pustaka Jalanan, Enigma Organizer, Kemrincing Art, Javayo Production, Omah Cikal, Tari Gecul Kridho Yudho Tomo, Hampraloka Budaya, dan Niskala Technology, serta seluruh jajaran Komekraf Kabupaten Semarang.

Menurut Ketua Komekraf Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo, sarasehan menjadi ruang penting untuk membangun perspektif bersama dan menyalurkan aspirasi komunitas secara kolektif. “Kehadiran Pak Samuel menjadi jembatan bagi kami untuk mengelaborasi kebutuhan komunitas. Banyak gagasan luar biasa yang perlu dipromosikan dan dipasarkan agar berdampak lebih luas,” ujarnya.

Samuel Wattimena menekankan bahwa seni harus bermakna dan komunikatif bagi masyarakat.

“Jangan hanya seni untuk kesenangan. Seni harus memiliki makna, sehingga masyarakat dapat memahami dan merasakan pesan yang ingin disampaikan,” katanya.

Ia mencontohkan mural-mural di Desa Lerep yang perlu disertai narasi atau teknologi seperti kode QR agar pesan yang terkandung dapat diterima pengunjung.

Senada, Koordinator Jejaring Kedungsepur Komekraf Jawa Tengah sekaligus Ketua Semarang Creative Consortium, Tries Supardi, menekankan pentingnya penguatan kapasitas komunitas.

“Pelaku ekonomi kreatif perlu dibekali keterampilan bisnis, produktivitas, dan manajerial agar mampu bertahan dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Ke depan, kabupaten, kota, hingga provinsi harus mencari cara untuk memfasilitasi pelatihan, pendampingan, hingga akses pendanaan yang sifatnya berkelanjutan,” ujarnya.

Sarasehan ini menjadi langkah awal memperkuat jejaring kolektif, membangun kolaborasi antara komunitas, pemerintah, dan pemangku kebijakan, serta mendorong kemajuan ekonomi kreatif di Kabupaten Semarang. ***

Bercengkerama Bersama