sumber gambar : Dokumentasi Pemberani Cinema
  • 25 Jan 2026
  • Dibaca 47x

PEMBERANI CINEMA: Dari Band Metal Menjadi Rumah Produksi Film di Kabupaten Semarang


Di tengah geliat ekosistem kreatif Kabupaten Semarang yang tumbuh, sebuah komunitas film baru tumbuh dengan semangat yang berbeda. Namanya PEMBERANI CINEMA, akun IG @pemberanicinema, sebuah nama yang lahir bukan dari dunia sinema sejak awal, melainkan dari perjalanan sebuah band trash metal bernama PEMBERANI. Dari kecintaan para anggotanya pada musik keras dan hobi menonton film, komunitas ini kini menjelma menjadi kelompok produksi yang serius menekuni film fiksi.

“Awalnya kami hanya band dengan 4 personel dan 2 kru. Namun ketika sebuah proyek company profile batal dilaksanakan, saya merasa mubazir dengan persiapan yang sudah dilakukan. Dari situlah saya memutuskan untuk membuat sebuah serial fiksi di YouTube. Itulah titik lahirnya PEMBERANI CINEMA,” tutur Mufid Arif Kurniawan, ketua sekaligus pendiri komunitas ini.

Dari Satpam ke Sutradara: Perjalanan Mufid dan Kawan-Kawan

Mufid, yang sehari-hari bekerja sebagai satpam perusahaan, memimpin komunitas ini sejak awal berdiri pada Desember 2024. Meski profesinya jauh dari dunia perfilman, ia tidak pernah melepaskan mimpinya menjadi seorang produser film, terinspirasi oleh sosok Jackie Chan dan Tom Cruise.

Di bawah kepemimpinannya, PEMBERANI CINEMA memiliki struktur tim inti yang cukup solid: Gandhi sebagai kameramen dan editor, Wahyu sebagai kameramen sekaligus penata musik, Eky mengurusi kamera dan pencahayaan, Yuan Hima dan Agus Wahono menangani perizinan lokasi, Yoni Agung mengurus humas dan perlengkapan, Enrico Setiyawan bertanggung jawab pada casting, serta Hartanto yang menjadi koreografer adegan laga. Total ada 14 orang anggota, dengan aktivitas yang cukup intens: anggota inti bisa berkegiatan hampir setiap hari, sementara para talent biasanya aktif setidaknya tiga kali sebulan.

Markas komunitas ini berada di Dusun Sambeng, Desa Pringsari, Kecamatan Pringapus. Meski jarang digunakan karena aktivitas lebih banyak di lapangan, basecamp itu tetap menjadi simbol awal mula perjalanan mereka.

Visi, Misi, dan Identitas Karya

PEMBERANI CINEMA memiliki visi untuk mengembangkan film fiksi di Kabupaten Semarang agar mampu sejajar dengan film-film nasional. Mereka bercita-cita menjadi parameter baru bagi pegiat film lokal dan menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu pusat produksi yang diperhitungkan.

Misi mereka jelas: menjadi rumah produksi film dan series fiksi dengan kualitas terbaik, terbuka pada kolaborasi lintas komunitas, dan mampu menembus panggung nasional maupun internasional.

Karya perdana mereka yang cukup dikenal adalah serial “OKNUM”, yang beberapa episodenya sudah tayang di YouTube. Serial ini mengusung genre action crime dengan sentuhan komedi, menghadirkan adegan-adegan yang digarap sinematis, meskipun dikerjakan dengan sumber daya terbatas. Sebelum itu, Mufid dan kawan-kawan juga pernah menggarap film Akal Melintas (2014), Aku Ingin (2015), dan sebuah iklan layanan masyarakat untuk Dinas Ketahanan Pangan (2023).

Bagi Mufid, proses kreatif tidak berhenti pada mimpi. Ia mengatur setiap langkah produksi dengan disiplin: mulai dari menyusun logline, sinopsis, hingga naskah treatment dan plot cerita. Storyboard hanya digunakan untuk adegan-adegan tertentu, namun komunikasi dengan tim selalu dilakukan agar setiap kru paham job desk masing-masing.

Proses syuting sering kali menantang, sebab semua anggota masih memiliki pekerjaan utama di luar komunitas. Jadwal pun harus fleksibel, menyesuaikan waktu talent dan kru. Namun dengan semangat gotong royong, mereka tetap bisa menyelesaikan pengambilan gambar.

Tahap pascaproduksi juga unik. Alih-alih langsung merilis ke publik, PEMBERANI CINEMA sering mengadakan pemutaran perdana di kafe-kafe lokal, sebagai ajang diskusi dan apresiasi. Setelah itu, karya mereka diunggah ke kanal YouTube.

Dari sisi teknis, mereka menggunakan kamera, lampu, clip on, microphone, reflector, hingga komputer untuk editing. Sebagian alat didapat secara kolektif, sebagian lainnya disewa sesuai kebutuhan.

Menampilkan Kabupaten Semarang di Layar

Salah satu kekuatan PEMBERANI CINEMA adalah keberaniannya menampilkan ikon-ikon Kabupaten Semarang di dalam karya. Dalam serial “OKNUM”, mereka menampilkan berbagai lokasi ikonik, mulai dari Alun-alun Bung Karno Kalirejo, Gedung Kuning Ungaran, hingga Pasar Kembang Bandungan. Bahkan tulisan “UNGARAN” yang ikonik di alun-alun menjadi bagian pembuka serial tersebut.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Semarang punya banyak spot menarik dan potensial untuk jadi lokasi syuting,” jelas Mufid. Dengan cara ini, komunitas tidak hanya berkarya untuk dirinya sendiri, tapi juga ikut mengenalkan potensi daerah ke khalayak lebih luas.

Respons masyarakat lokal cukup positif. Banyak penonton menunggu episode baru serial “OKNUM” di YouTube. Komunitas ini juga pernah diundang untuk memamerkan karya mereka dalam sebuah pameran dan screening di Kota Lama.

Bagi anggotanya, keterlibatan dalam PEMBERANI CINEMA membawa dampak nyata. Beberapa di antara mereka bahkan mendapatkan pekerjaan baru, misalnya sebagai videografer pernikahan. Contoh menarik adalah Wahyu, seorang drummer kafe yang awalnya tidak punya pengalaman dalam film. Karena diminta membantu membuat musik latar, ia justru menemukan bakat barunya. Kini Wahyu menjadi penata musik sekaligus kameramen andalan tim.

Tantangan dan Harapan

Meski semangat berkarya membara, tantangan terbesar mereka adalah pendanaan. Selama ini, hampir semua biaya produksi ditanggung oleh Mufid secara pribadi. “Saya memang belum menjadi orang besar, tapi saya mau membangun mimpi yang indah, bukan mimpi indah yang tidak mau bangun,” katanya tegas.

Selain dana, kebutuhan peralatan yang lebih baik juga mendesak. PEMBERANI CINEMA berharap ada dukungan nyata dari pemerintah kabupaten, dinas terkait, maupun sponsor swasta. Dukungan ini diharapkan bisa memperkuat kapasitas komunitas agar dapat memproduksi karya yang lebih profesional

Sejauh ini, PEMBERANI CINEMA sudah berkolaborasi dengan sejumlah musisi lokal. Kolaborasi ini bukan sekadar teknis, tapi juga menjadi cara untuk memperluas jangkauan audiens. Dengan menghadirkan nama-nama yang sudah dikenal, komunitas berharap film-film mereka ikut lebih dikenal.

Ke depan, mereka memiliki rencana ambisius. Tahun 2026, mereka akan memproduksi serial baru berjudul “Mata Garuda” bergenre action adventure dengan sentuhan fiksi ilmiah. Tahun berikutnya, serial “ALEX” bergenre action romance akan digarap bersamaan dengan film panjang indie berjudul “Seorang Satpam”, yang menggabungkan genre action crime dengan komedi. Pada 2028, serial “OKNUM 2” dijadwalkan rilis dengan genre yang sama seperti seri pertamanya. Semua ini direncanakan tetap tayang di YouTube, sembari berharap ada dukungan dana yang lebih luas.

Sebuah Komunitas dengan Nyali

Nama PEMBERANI bukan sekadar label, melainkan cerminan sikap komunitas ini: berani bermimpi besar, berani berkarya, dan berani menghadapi keterbatasan. Dengan 14 anggota inti, keterampilan yang terus diasah, serta visi yang jelas, mereka ingin menjadi pionir bagi geliat perfilman Kabupaten Semarang.

Melalui karya-karya yang menonjolkan ikon daerah, komunitas ini membuktikan bahwa Kabupaten Semarang tidak kalah potensial dengan kota-kota besar. “Kami ingin menunjukkan bahwa daerah kecil pun punya potensi besar. Asal berani, semua bisa diwujudkan,” pungkas Mufid.

PEMBERANI CINEMA menjadi salah satu wajah baru ekosistem kreatif Kabupaten Semarang. Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat, komunitas ini bisa berkembang menjadi rumah produksi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat citra daerah ke panggung nasional.

Profil komunitas film yang tumbuh dari bawah, otentik, dan penuh semangat local ini layak di apresiasi. PEMBERANI CINEMA hadir bukan hanya sebagai wadah kreativitas, tetapi juga sebagai bukti nyata bahwa potensi film di daerah bisa berkembang meski dengan segala keterbatasan. Dengan semangat kolaborasi, mereka tidak hanya memproduksi karya, tetapi juga memperkenalkan ikon-ikon dan aktifitas kreatif Kabupaten Semarang ke layar. Harapan besarnya, energi positif ini dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk ikut berkarya, berani berbuat, dan menjadikan kegiatan positif sebagai kesibukan. ***

Bercengkerama Bersama