Menghidupkan Ekosistem Ekonomi Kreatif Lewat Kuas dan Kanvas : Ambarawa Heritage
Di tengah indahnya panorama pegunungan dan aura spiritual Gua Maria Kerep Ambarawa, sebuah peristiwa seni rupa berskala nasional tengah disiapkan untuk menggugah potensi kreatif dan wisata lokal: Painting On The Spot 2 Pelukis Nusantara 2025. Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan para perupa, melainkan juga sebuah perayaan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin menggeliat di Kabupaten Semarang dan sekitarnya.
Acara yang akan berlangsung pada 23–25 Mei 2025 ini diprakarsai oleh sinergi lintas sektor, melibatkan Pemerintah Kabupaten Semarang, Komunitas Seniman Ambarawa, Hanoman Art Studio, dan Himpunan Perupa Palagan Ambarawa. Di balik layar, sosok R. Adi Nugroho—Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang sekaligus pendiri Hanoman Art—menjadi tokoh sentral yang merancang kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang kesenian, tetapi juga sebagai strategi pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.
Seni Rupa sebagai Wajah Ekonomi Kreatif
Di era saat ini, ekonomi kreatif telah menjadi kekuatan baru yang mempertemukan seni, budaya, teknologi, dan kewirausahaan. Painting On The Spot 2 adalah bentuk nyata bagaimana sektor seni rupa bisa menjadi pintu masuk untuk mendorong aktivitas ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ratusan pelukis dari seluruh penjuru Nusantara dijadwalkan hadir untuk ikut menciptakan karya secara langsung di lokasi, dalam suasana terbuka yang penuh inspirasi, kota Ambarawa.
Seni tidak lagi diposisikan sekadar sebagai ekspresi individual, tetapi sebagai platform kolaboratif yang memperkuat ekosistem lintas sektor. Ketika seorang pelukis menggoreskan warna di atas kanvas di bawah langit Ambarawa, mereka juga ikut memperkenalkan potensi daerah—baik budaya, sejarah, hingga pariwisatanya—kepada publik nasional bahkan internasional.
Ambarawa: Persilangan antara Warisan Budaya dan Daya Tarik Wisata
Pemilihan Gua Maria Kerep Ambarawa sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Tempat ini memiliki daya tarik religi, keindahan alam, dan kedekatan emosional dengan masyarakat lokal. Ketiganya menjadi unsur penting dalam storytelling visual yang akan dituangkan oleh para perupa. Bagi wisatawan, ini bukan hanya atraksi seni, melainkan juga pengalaman budaya yang menyeluruh.
Daya tarik wisata semacam ini selaras dengan upaya pemerintah daerah untuk mengangkat Ambarawa sebagai destinasi berbasis budaya, Mengangkat dan mengenalkan Ambarawa sebagai kota heritage. Dengan menghadirkan pelukis dari berbagai daerah, kegiatan ini juga menciptakan efek ekonomi berantai: penginapan lokal terisi, UMKM kuliner bergerak, pengrajin dan pelaku ekonomi lokal mendapat ruang, dan publik mendapatkan edukasi budaya secara langsung.
Sinergi Lintas Sektor: Kunci Sukses Ekonomi Kreatif
Ditekankan oleh R. Adi Nugroho, salah satu tujuan utama dari kegiatan ini adalah membangun sinergi antara seniman, pemerintah, komunitas kreatif, dan sektor ekonomi lainnya. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Adi melihat bahwa keberlanjutan industri kreatif tidak bisa berdiri sendiri. Ia memerlukan dukungan lintas sektor: dari regulasi yang mendukung, akses terhadap pasar, hingga fasilitasi pendidikan dan pelatihan kreatif. Menumbuhkan ruang berkarya sekaligus menjadikan peluang untuk menjadi pasar karya adalah tantangan selama ini. Senima dengan karyanya acapkali terpinggirkan dengen keberadaan kemajuan jaman dan digitalisasi, dan dengan event berkelanjutan ini harapanya dapat menjadi diskusi bersama bahwa sangat mungkin bahwa kita komunitas dan pemenritah dapat hadir membersamai dengan semangat kolaborasi.
R Nugorho Adi, melalui Hanoman Art memiliki misi menjadikan seni sebagai kendaraan transformasi sosial. Lewat program-program seperti Painting On The Spot, mereka tidak hanya mempromosikan karya seni, tetapi juga membuka ruang dialog antar-daerah, memperkuat jejaring perupa dan pelaku kreatif, serta menciptakan pasar baru bagi produk budaya lokal.
Ambarawa dalam Peta Nasional Seni Rupa
Dengan target peserta hingga 300 pelukis nasional, kegiatan ini akan menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia, tahun ini dalam kategori live painting. Ambarawa pun memiliki peluang untuk menempatkan dirinya dalam peta nasional seni rupa sebagai titik temu penting bagi komunitas seniman, khususnya seniman perupa.
Apalagi, kegiatan ini turut membangun narasi besar tentang "pertemuan kebudayaan" di ruang publik. Saat para pelukis menggambarkan lanskap dan kehidupan lokal, mereka juga sedang menyusun potret ke-Indonesiaan dalam bingkai kreatif. Di sinilah peran strategis pemerintah daerah dan komunitas seni lokal diuji—mampukah momen ini dijadikan titik loncatan bagi kebijakan kreatif yang lebih progresif dan berkelanjutan?
Ekonomi Kreatif dan Masa Depan Daerah
R. Adi Nugroho percaya bahwa masa depan Ambarawa khususnya dan Kabupaten Semarang pada umumnya akan banyak ditentukan oleh sejauh mana nilai-nilai ekonomi kreatif dan pendekatan budaya bisa diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah. Seni rupa hanyalah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar. Ketika kegiatan semacam Painting On The Spot bisa memobilisasi ratusan seniman dan wisatawan dalam waktu bersamaan, maka kontribusi ekonomi yang ditimbulkan pun tidak bisa diremehkan. Dalam hal ini, Komite Ekonomi Kreatif Kab Semarang akan menerjunkan Team dalam helatan ini untuk menghitung nilai dampak ekonominya selma 3 hari event berlangsung, dicontohkan seperti Event Artjog, di tahun 2023 lalu sampai memiliki nilai dampak ekonomi yang luar biasa yaitu sampai dengan 5 Triliun rupiah dalam 2 minggu. lalu bagaiamna dengan event OTS 2 ini? kita tunggu dalam liputan khusus dalam rubrik ini di laporan artikel selanjutnya.
Lebih jauh lagi, integrasi antara seni, pariwisata, dan UMKM bisa menjadi model kolaborasi antar sektor yang saling menguatkan. Pemerintah, swasta, komunitas, dan pelaku kreatif harus terus dapat duduk bersama dalam satu meja untuk merancang strategi jangka panjang. Di titik inilah acara seperti Painting On The Spot menjadi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari cetak biru pengembangan wilayah berbasis ekonomi kreatif sehingga dampak nyata akan meluas dan menjadi jalan keluar pertumbuhan ekonomi.
Menuju Ekosistem Berkelanjutan
Dalam konteks global, ekonomi kreatif telah diakui sebagai salah satu penggerak pembangunan berkelanjutan. Seni rupa, dengan pendekatan lokalnya, bisa menjembatani tantangan modernisasi dengan kearifan budaya. Apa yang dilakukan R. Adi Nugroho dan timnya melalui Hanoman Art dan Komunitas Seniman Ambarawa adalah upaya merancang ekosistem seni yang berkelanjutan, di mana seniman lokal bisa hidup dari karyanya, dan masyarakat sekitar bisa merasakan dampaknya secara langsung.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Semarang, inisiatif seperti ini berpotensi menjadi model nasional. Melalui kolaborasi dan penguatan kelembagaan, kegiatan seni seperti ini bisa bertransformasi menjadi "faktor produksi" dalam pembangunan daerah. ***





.jpeg)
Bercengkerama Bersama