Mendorong Ekonomi Kreatif Melalui Aglomerasi Pariwisata Rawa Pening – Kopeng – Borobudur
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Salah satu program prioritas yang kini tengah dipersiapkan adalah pengembangan Aglomerasi Pariwisata Rawa Pening – Kopeng – Borobudur. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai potensi wisata di kawasan tersebut agar mampu menjadi destinasi unggulan berskala global yang memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat setempat.
Dalam rangka merealisasikan program ini, pemerintah telah mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk Komite Ekonomi Kreatif (KEK), sebagai mitra strategis dalam penguatan sektor ekonomi kreatif. Melalui sinergi antar-stakeholder, diharapkan tercipta ekosistem pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada daya tarik wisata alam dan budaya, tetapi juga memberdayakan ekonomi kreatif sebagai bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata.
Mengintegrasikan Destinasi untuk Daya Saing Global
Aglomerasi Pariwisata Rawa Pening – Kopeng – Borobudur mencakup tiga kawasan strategis yang memiliki keunikan tersendiri. Rawa Pening dengan keindahan danau serta kearifan lokal masyarakat nelayan dan pengrajin enceng gondok, Kopeng dengan kesejukan alam dan potensi ekowisata berbasis petualangan, serta Borobudur yang dikenal sebagai warisan budaya dunia dengan daya tarik sejarah dan religi. Dengan menghubungkan tiga kawasan ini dalam satu konsep aglomerasi, Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk menghadirkan pengalaman wisata yang holistik dan berstandar internasional.
Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penciptaan pengalaman wisata yang lebih kaya melalui penguatan ekonomi kreatif. Produk-produk kerajinan lokal, kuliner khas, seni pertunjukan, hingga berbagai kegiatan berbasis budaya akan mendapatkan ruang lebih besar untuk berkembang, sehingga mampu meningkatkan daya saing industri kreatif lokal di pasar global.
Kolaborasi Multi-Pihak dalam Pengembangan Pariwisata
Sebagai langkah awal dalam implementasi program ini, pemerintah telah menyelenggarakan rapat koordinasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan terkait pada hari Senin, 24 Maret lalu bertempat di DTW Bukit Cinta banyubiru, Kab. Semarang. Rapat ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Agung Hariyadi. Forum ini menjadi wadah diskusi strategis guna menyusun langkah-langkah konkret dalam mengembangkan aglomerasi pariwisata berbasis keberlanjutan dan inklusivitas. Seluruh pihak diharapkan dapat berbagi perspektif, mengidentifikasi tantangan, serta merancang solusi strategis agar program ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Wiwin Sulistiyowati, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, juga menyatakan bahwa momentum ini pas dengan integrasi program intanpari yang selama ini digalakkan pemerintah kabupaten, bahwa sektor pariwisata dengan segala ekosistemnya harus dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dan pelakunya.
Dalam rapat ini pula, Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang, Dimas Herdy Utomo, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan aglomerasi sudah sepantasnya memperhatikan sektor ekosistem kreatif, hal ini harus melibatkan empat unsur utama, yaitu Talenta Kreatif, Kegiatan/Aktivitas Kreatif, Ekonomi Kreatif, dan Industri Kreatif. Keempat unsur didalam ekosistem ini harus berperan aktif dalam program aglomerasi Kawasan Ekonomi Khusus agar dapat menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Talenta kreatif harus difasilitasi dengan ruang inovasi dan pelatihan, kegiatan kreatif/tradisi harus mendapatkan dukungan agar semakin berkembang, ekonomi kreatif harus diperkuat dengan kebijakan yang mendukung pelaku usaha lokal, dan industri kreatif harus diarahkan agar lebih mampu bersaing.
Komite Ekonomi Kreatif memiliki peran krusial dalam mendukung ekosistem bisnis yang kondusif bagi para pelaku industri kreatif dan UMKM lokal. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, serta komunitas kreatif, diharapkan kawasan ini tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis budaya dan kreativitas.
Membangun Ekonomi Berbasis Budaya
Pariwisata tidak hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang bagaimana budaya dan tradisi masyarakat setempat menjadi daya tarik utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan memberdayakan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem pariwisata, program ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya dan pertumbuhan ekonomi.
Melalui inisiatif ini, berbagai sektor ekonomi kreatif dapat berkembang secara sinergis dengan pariwisata. Pelaku seni dan budaya lokal dapat lebih dikenal secara luas, produk-produk khas daerah dapat meningkat nilai jualnya, dan berbagai inovasi berbasis kreativitas dapat menjadi bagian integral dari pengalaman wisata. Dengan pendekatan ini, aglomerasi pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan sektor pariwisata, tetapi juga sebagai katalis bagi ekonomi berbasis budaya dan kreativitas.
Diharapkan dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat, Aglomerasi Pariwisata Rawa Pening – Kopeng – Borobudur dapat menjadi model pengembangan wisata berbasis ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Inisiatif ini bukan hanya tentang membangun destinasi wisata, tetapi juga tentang membangun masa depan ekonomi yang lebih inklusif dan berdaya saing global bagi Jawa Tengah.





.jpeg)
Bercengkerama Bersama