Kisah Sigur.id dan Kekuatan Resin : Krisis Pandemi Menuju Karya Kreatif Bernilai Seni
Di balik kilau bening dan warna-warni kerajinan berbahan resin, Dari sebuah desa di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang, terdapat cerita sosok Janu Adhe Saputra, tulisan ini berisi tentang keberanian memulai dari nol dan ketekunan dalam menciptakan nilai dari keterbatasan yang ada. Itulah yang tergambar dalam kisah Sigur.id, sebuah brand kerajinan resin yang kini mulai dikenal luas dari Kabupaten Semarang. Pembaca sekalian bisa mencari akun IG @sigur.id untuk melihat koleksi dan karya-karya nya.
Janu, Pendiri Sigur.id adalah seorang seniman muda sekaligus produsen kreatif yang menemukan jalan hidup barunya di tengah krisis pandemi Covid-19 tahun 2020. Kala itu, usaha yang ia jalankan sebelumnya harus tutup total. Terdesak oleh keadaan dan demi tetap bisa bertahan, ia mencoba peruntungan baru dengan mengolah limbah kayu menjadi produk kerajinan. Namun ternyata, olahan kayu semata kurang memiliki daya tarik pasar menurutnya waktu itu. Dari situlah, muncul ide untuk menggabungkan elemen kayu di elaborasikan dengan resin — menciptakan harmoni antara bahan alam dan material modern.
Dari Studio ke Workshop: Menyatukan Seni dan Kewirausahaan
Bukan tanpa bekal, sebenarnya ia sudah cukup mengenal resin sejak masa kuliah di Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (UNNES), khususnya saat mendalami seni patung. Ia memahami karakter epoxy resin, teknik pencampuran, dan potensi ekspresinya sebagai medium seni. Pengalaman akademiknya itu menjadi fondasi kuat ketika ia memutuskan untuk langsung menekuni bidang ini secara serius sebagai sebuah usaha. Bukan sekadar hobi, tapi pilihan karier yang sekaligus menjadi pelampiasan artistik dan sumber penghidupan.
Proses penciptaan karya resin pun dikerjakannya dengan teliti. Salah satu produk paling diminati saat ini, seperti gantungan kunci, dibuat dari cetakan silikon yang sudah disiapkan sebelumnya. Campuran epoxy resin dan hardener diaduk selama kurang lebih tiga menit, lalu diberi pewarna sesuai selera, dan dituangkan ke dalam cetakan. Setelah mengeras, hasilnya dikeluarkan dari cetakan dan diberi cantolan logam. Proses ini terdengar sederhana, namun sebenarnya menuntut konsistensi, ketepatan waktu, dan pemilihan bahan yang berkualitas.
Motif yang sering diangkat dalam karya-karyanya adalah lanskap pegunungan, laut, dan pantai. Karakter pewarnaan menjadi ciri khas Sigur.id yang membedakannya dari produsen lain. Karya-karya custom yang dibuat secara eksklusif sering kali melibatkan proses diskusi terlebih dahulu dengan pemesan, sehingga tetap memberi ruang bagi karakter Sigur untuk hadir dalam produk yang dipesan.
Salah satu karya yang paling berkesan baginya adalah sebuah lampu tidur berjudul "Long Walk to Freedom". Di dalamnya terdapat elemen laut dan lumba-lumba sebagai simbol kebebasan. Karya ini tidak hanya berfungsi sebagai benda penerang, tetapi juga menyimpan narasi pribadi tentang perjuangan dan harapan.
.jpg)
Doc : Beberapa kolase karya @sigur.id
Menjawab Tantangan, Menangkap Peluang
Dalam proses produksi, kendala tidak jarang datang. Dari sisi teknis, tantangan awalnya adalah keterbatasan alat. Namun seiring waktu, peralatan mulai dilengkapi secara bertahap. Kini, kendala lebih sering muncul dari sisi ketersediaan bahan dan cuaca. Resin berkualitas kadang sulit ditemukan di Semarang dan sekitarnya, sehingga ia harus melakukan pembelian secara daring. Cuaca lembap atau terlalu panas juga bisa memengaruhi hasil akhir pengerasan resin.
Dari sisi artistik, tantangan datang dari kebutuhan untuk terus mengeksplorasi ide-ide baru. Stagnasi kreativitas bisa menjadi hambatan tersendiri. Namun sebagai seorang seniman, ia punya cara tersendiri untuk tetap menjaga semangat berkarya, termasuk dengan mengambil inspirasi dari alam. Saat ini, setiap perjalannan yang dulu hanya perjalanan, sekarang menjadi sebuah pendalaman untuk mengungkit ide baru yang suatu saat bisa menjadi karya, katanya.
Menatap Masa Depan, Membawa Nama Semarang ke Dunia
Dari segi usaha, Sigur mengalami perkembangan signifikan. Awalnya hanya memproduksi aksesori kecil, kini produk Sigur merambah ke wall decor, home decor, bahkan furniture. Ini menunjukkan bahwa resin sebagai material memiliki fleksibilitas tinggi yang bisa menjangkau banyak sektor industri kreatif. Walau saat ini belum melibatkan banyak komunitas lokal dalam proses produksi, namun ia sangat optimis bahwa kerajinan resin memiliki masa depan cerah di Kabupaten Semarang. Dunia resin masih relatif baru di kawasan ini, sehingga terbuka peluang besar untuk bertumbuh dan menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif lokal.
Dalam perjalanan usahanya, ia merasa sangat senang bisa bertemu dan berinteraksi dengan ekosistem seperti Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang. Bagi dirinya, koneksi dengan jejaring seperti itu sangat penting sebagai ruang berbagi ide, kolaborasi, dan juga validasi karya dari sesama pelaku ekonomi kreatif. Kehadirannya dalam ekosistem ini juga semakin memperkuat keyakinan bahwa keputusan untuk menjadi entrepreneur di bidang yang sesuai dengan latar belakang akademiknya — seni rupa UNNES — adalah keputusan yang tepat.
Mimpi jangka panjangnya adalah agar brand Sigur.id bisa dikenal lebih luas, tak hanya di Indonesia, tapi juga go internasional. Menurutnya, pasar luar negeri sangat terbuka terhadap produk-produk kerajinan resin, terutama yang memiliki nilai seni dan cerita di baliknya. Di negara-negara maju, resin sudah lama menjadi media populer dalam industri kreatif. Dan bagi pelaku lokal seperti dirinya, ini adalah peluang besar untuk ikut serta meramaikan pasar global.
Bagi anak-anak muda yang ingin memulai perjalanan di dunia kreatif, ia memberikan pesan yang sangat sederhana namun dalam: “Jangan takut mencoba. If you never try, you’ll never know.” Bagi Sigur, kegagalan atau tantangan bukan alasan untuk berhenti — justru menjadi bahan bakar untuk terus menciptakan dan berinovasi.
Dari resin dan limbah kayu, dari krisis menuju inspirasi, Sigur.id adalah bukti bahwa kreativitas tidak hanya mampu menyelamatkan seseorang dari keterpurukan, tetapi juga bisa membangun jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan bermakna. Kabupaten Semarang patut berbangga memiliki pelaku kreatif seperti Janu — yang tak hanya menciptakan produk, tetapi juga menyebarkan semangat dan harapan lewat setiap karyanya. Janu adalah aset, dan Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang ingin bertemu dan memperkenalkan Janu- janu lain yang selama ini belum dikenal bahkan di daerahnya sendiri. ***





.jpeg)
Bercengkerama Bersama