Javayo Production dan Sanggar Tari Kemrincing Gelar Gladi Resik Terakhir di TMII
Javayo Production dan Sanggar Tari Kemrincing Gelar Gladi Resik Terakhir di TMII :
Dukungan Penuh dari Pejabat Daerah dan Antusiasme Pelakon Muda
Menjelang penampilan puncak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 18 Mei 2025, Javayo Production dan Sanggar Tari Kemrincing menggelar gladi resik terakhir di Anjungan Jawa Tengah. Acara ini menjadi momen penting dalam persiapan pertunjukan lakon "Baru Klinting Sudha Karma", yang mengangkat legenda lokal dengan sentuhan kontemporer.
Gladi resik ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dari Kabupaten Semarang, Hal ini menunjukkan dukungan penuh terhadap seni pertunjukan daerah. Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang, Drs. Djarot Supriyoto, M.M., hadir langsung untuk memberikan semangat kepada para pelakon. Beliau menekankan pentingnya subsektor seni pertunjukan sebagai ikon dalam 17 subsektor ekonomi kreatif. Menurutnya, seni pertunjukan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai identitas budaya daerah yang dapat bersaing di tingkat nasional.
Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, juga turut hadir dan menyatakan dukungannya terhadap pelestarian kesenian daerah. Beliau menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung anggaran untuk kegiatan seni budaya, guna memastikan keberlanjutan dan perkembangan seni tradisional di Kabupaten Semarang.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bagus Suryokusumo, memberikan apresiasi atas kolaborasi lintas sanggar yang dilakukan oleh Sanggar Tari Kemrincing. Beliau berharap, kegiatan seperti ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan dan mempromosikan seni budaya lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, S.T., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara seni pertunjukan dan pariwisata untuk meningkatkan daya tarik wisata Kabupaten Semarang.
Antusiasme dan Dedikasi Pelakon Muda
Para pelakon dari Sanggar Tari Kemrincing menunjukkan antusiasme tinggi dalam gladi resik ini. Sebagian besar dari mereka adalah generasi muda yang memiliki dedikasi kuat dalam melestarikan seni tradisional. Mereka telah melalui proses latihan intensif untuk memastikan penampilan terbaik di panggung TMII.
Lakon "Baru Klinting Sudha Karma" dibawakan mengisahkan tentang legenda Baru Klinting, dengan penekanan pada nilai-nilai karma dan keadilan. Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan keindahan tari dan musik tradisional, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Dukungan dari Tokoh Nasional
Dukungan terhadap kegiatan dan penampilan ini juga datang dari tokoh nasional, Samuel J.D. Wattimena, Yang Juga Anggota DPR RI Komisi VII. Beliau memberikan puluhan kaos bertuliskan "Duta Seni Kab. Semarang 2025" kepada seluruh pelakon dan crew yang bertugas, yang juga langsung dikenakan saat gladi resik. Dukungan ini menjadi simbol semangat dan kebanggaan bagi para pelakon dalam membawa nama baik Kabupaten Semarang di kancah nasional.
Antusiasme pengunjung TMII terlihat jelas saat gladi resik digelar di Anjungan Jawa Tengah. Banyak pengunjung yang sengaja berhenti untuk menyaksikan jalannya latihan, bahkan mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka. Mereka tampak terpukau oleh kekompakan penari, keindahan gerak dan tabuhan gamelan yang mengalun, dan kekuatan narasi lokal yang dibawakan. Sorak sorai dan tepuk tangan spontan dari penonton menjadi penyemangat tambahan bagi para pelakon muda Kabupaten Semarang.
Seni Pertunjukan Merupakan Motor Penggerak
Karya seni “Baru Klinting Sudha Karma” yang dibawakan oleh Sanggar Tari Kemrincing merupakan representasi dari subsektor seni pertunjukan, salah satu dari 17 subsektor dalam ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Seni pertunjukan bukan hanya media ekspresi budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar melalui pertunjukan, pelatihan, hingga penciptaan lapangan kerja kreatif. Dalam konteks ini, Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Semarang berperan sebagai penghubung lintas aktor, menjahit kolaborasi antara sanggar, seniman, pemerintah, dan pendukung komunitas. Kolaborasi ini juga membuka ruang keterlibatan pelaku dari subsektor lain seperti kriya, desain busana, musik, dan media. Komite Ekraf tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga memastikan bahwa setiap proses produksi dan pertunjukan mencerminkan semangat ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan menggelar pertunjukan di TMII ini menjadi bukti bahwa pendekatan lintas-subsektor dapat menghasilkan karya berkualitas tinggi sekaligus memberdayakan berbagai elemen. Dukungan dari pemerintah dan tokoh masyarakat pun semakin menguatkan posisi seni pertunjukan sebagai ikon kreatif daerah. Inilah wajah baru ekonomi kreatif Kabupaten Semarang—terhubung, berdaya, dan bermakna.
Gladi resik terakhir ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku seni, dan masyarakat dalam memajukan seni pertunjukan sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan penampilan Sanggar Tari Kemrincing di TMII dapat menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Kabupaten Semarang kepada masyarakat luas. ***





.jpeg)
Bercengkerama Bersama