AHA Moment: Membangun Personal Branding Lewat Cerita Diri
Ungaran, 22 Juni 2025 – Sebuah workshop inspiratif bertajuk “AHA Moment: Crafting Personal Branding by Iwan Santosa” sukses digelar secara hybrid di Dreamlight Studio Ungaran, Kabupaten Semarang. Kegiatan ini menjadi momen reflektif sekaligus ajang pembelajaran kreatif bagi para peserta dari berbagai latar belakang, khususnya generasi muda yang ingin membangun personal branding berbasis kisah pribadi.
Acara yang menghadirkan Iwan Santosa, kreator dari akun @iwan.komikharian ini, difasilitasi langsung oleh Larissa Imanto Nugroho sebagai moderator. Larissa merupakan Principal Creative Director di Dreamlight Creative School, serta menjabat sebagai Koordinator Sektor Film dan Bidang Keuangan dan Investasi di ekosistem ekonomi kreatif Kabupaten Semarang.
Personal Branding yang Autentik: “Be Subjective, Be Personal”
Dalam sesi pembukaannya, Iwan Santosa membagikan kisah perjalanan kreatifnya yang penuh refleksi. Ia memulai kariernya sebagai kreatif di industri periklanan selama enam tahun, sebelum akhirnya memutuskan untuk membangun personal brand-nya melalui media komik harian yang membumi dan menyentuh sisi emosional pembacanya. “Saya menyadari bahwa kemampuan visual storytelling saya bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih bermakna dibanding sekadar menjual produk. Saya ingin memberi pelukan hangat kepada para pembaca lewat karya saya setiap hari,” ungkap Iwan di tengah sesi berbagi.
Lewat akun Instagram @iwan.komikharian, Iwan menekankan pentingnya kejujuran dalam membangun personal brand. “Personal branding yang kuat justru muncul dari keberanian untuk menjadi pribadi yang subjektif, personal, dan otentik,” tambahnya.

Dokumentasi Kegiatan AHA Momment : Dalam Sesi Diskusi dan Tanya Jawab Peserta
Refleksi Melalui Cerita Diri: Tiga Cara Menemukan Makna Hidup
Salah satu highlight dalam sesi workshop adalah pembahasan mendalam Iwan mengenai makna hidup, yang ia angkat dari buku Man’s Search for Meaning karya Viktor E. Frankl. Ia menyampaikan bahwa ada tiga cara untuk menemukan makna hidup, yaitu:
-
Melalui karya atau tindakan
-
Melalui pengalaman atau hubungan
-
Melalui sikap terhadap penderitaan
Paparan tersebut membuka ruang diskusi yang kaya makna. Para peserta tidak hanya diajak memahami pentingnya makna dalam membentuk identitas, tetapi juga mulai menghubungkannya dengan perjalanan hidup masing-masing. Suasana di dalam ruangan menjadi hening, penuh konsentrasi, seiring peserta mulai merenungi “cerita besar” yang membentuk diri mereka hari ini.
Workshop Interaktif: Dari Cerita Diri Menuju Strategi Personal Branding
Tidak berhenti di inspirasi, sesi dilanjutkan dengan kegiatan workshop yang lebih aplikatif. Peserta diajak mengeksplorasi pengalaman hidup yang membentuk nilai pribadi mereka. Dengan panduan worksheet dan diskusi kelompok, mereka mulai mengidentifikasi aspek unik dalam diri yang bisa menjadi fondasi personal branding.
Beberapa peserta mengangkat pengalaman unik dalam keluarga, perjuangan akademik, maupun perjalanan spiritual sebagai titik tolak membangun narasi mereka. Fasilitasi dari Iwan berlangsung secara hangat dan membumi. Ia tidak memberi "rumus pasti", melainkan mendorong peserta untuk menggali narasi personal yang jujur dan relevan.
Moderator, Larissa Imanto Nugroho, memainkan peran penting dalam menjaga dinamika diskusi dan memfasilitasi keterlibatan peserta. Dengan pengalamannya, Larissa berhasil menjaga ritme acara agar tetap cair dan produktif. Perannya juga semakin kuat karena ia merupakan bagian dari tim pendorong sektor film dan investasi kreatif di Kabupaten Semarang.
Format Hybrid: Ruang Belajar yang Inklusif
AHA Moment tidak hanya dihadiri peserta secara langsung di Dreamlight Studio, tetapi juga diikuti oleh audiens dari berbagai daerah melalui platform Zoom. Format hybrid ini menunjukkan semangat inklusifitas dalam penyelenggaraan kegiatan kreatif, sehingga peserta dari luar provinsi pun dapat merasakan atmosfer pembelajaran yang sama.
Peserta daring juga diberi ruang untuk berinteraksi melalui sesi tanya jawab dan diskusi breakout, dengan dukungan teknis yang memadai. Hal ini menegaskan bahwa ekosistem kreatif Kabupaten Semarang mulai terbuka terhadap model penyelenggaraan acara yang adaptif dan berbasis teknologi.
Sinergi Sektor Kreatif Lokal
Diselenggarakan di Dreamlight Studio—salah satu pusat kreatif di Kabupaten Semarang—acara ini menjadi bagian dari gerakan mendorong produktivitas dan kesadaran diri dalam sektor kreatif. Hadirnya Iwan Santosa sebagai narasumber nasional dan figur inspiratif menjadi pemantik semangat baru bagi para pelaku kreatif lokal.
Keterlibatan Larissa Imanto sebagai moderator sekaligus aktor kunci dalam sektor film dan keuangan investasi juga memberi warna strategis dalam penyelenggaraan acara. Sinergi lintas bidang ini sejalan dengan semangat kolaborasi lintas sektor (pentahelix) yang diusung Kabupaten Semarang dalam pengembangan ekonomi kreatifnya.
Penutup: Menghidupkan Makna Lewat Karya
Workshop ditutup dengan refleksi bersama yang mengangkat pertanyaan: “Kalau hidupmu adalah sebuah buku, bab apa yang sedang kamu tulis saat ini?”
Pertanyaan itu mengajak seluruh peserta untuk terus mengevaluasi perjalanan hidup mereka, dan mulai membangun narasi yang otentik—bukan hanya untuk keperluan profesional, tetapi juga untuk pertumbuhan pribadi yang berkelanjutan.
Kegiatan “AHA Moment” ini membuktikan bahwa personal branding bukan semata-mata tentang citra atau tampilan luar. Justru, ia berakar dari keberanian untuk mengenali diri, merawat nilai-nilai, dan membagikan kisah yang bisa menyentuh orang lain.
Sebagai bagian dari kanal informasi kreatif Kabupaten Semarang, dokumentasi acara ini diharapkan menjadi referensi dan inspirasi bagi kegiatan serupa di masa mendatang. Momen ini bukan sekadar pelatihan, tapi sebuah perayaan terhadap keberanian menjadi diri sendiri.





.jpeg)
Bercengkerama Bersama